Kategori Pemahaman Konsep

Konsep adalah suatu gagasan yang menyeluruh mengenai hukum (prinsip, azas) atau teori yang mencakup berbagai hal yang terkandung dalam konsep tersebut (Darliana, 2008). Suatu konsep dibangun oleh unsur-unsur konsep secara logis dan sistematis. Suatu konsep ditinjau dari segi aspek epistemologis memiliki empat unsur konsep penting, yaitu komposisi, fenomena, hukum, dan aturan.

Berdasarkan domain kognitif Bloom, pemahaman merupakan tingkatan kedua. Pemahaman didefinisikan sebagai kemampuan untuk menyerap arti dari materi atau bahan yang dipelajari (Bloom,1979 dalam Armiza, 2007). Aspek pemahaman merupakan aspek yang mengacu pada kemampuan untuk mengerti dan memahami suatu konsep dan memaknai arti suatu materi. Aspek pemahaman ini menyangkut kemampuan seseorang dalam menangkap makna suatu konsep dengan kalimat sendiri. Pemahaman dapat dibedakan menjadi tiga kategori, yaitu:

Menerjemahkan (translation)

Kegiatan pertama dalam tingkatan pemahaman adalah kemampuan menerjemahkan. Kemampuan ini berkaitan dengan kemampuan siswa dalam menerjemahkan konsepsi abstrak menjadi suatu model simbolik sehingga  mempermudah siswa dalam mempelajarinya. Terdapat beberapa kemampuan dalam proses menerjemahkan, diantaranya adalah:

a)      Menerjemahkan suatu abstraksi kepada abstraksi yang lain.

b)      Menerjemahkan suatu bentuk simbolik ke satu bentuk lain atau sebaliknya.

c)      Terjemahan dari satu bentuk perkataan ke bentuk yang lain.

Menafsirkan (interpretation)

Kemampuan ini lebih luas daripada menerjemahkan. Menafsirkan merupakan kemampuan untuk mengenal dan memahami ide utama suatu komunikasi. Terdapat beberapa kemampuan dalam proses menafsirkan, diantaranya adalah:

a)   Kemampuan untuk memahami dan menginterpretasi berbagai bacaan secara dalam dan jelas.

b)   Kemampuan untuk membedakan pembenaran atau penyangkalan suatu kesimpulan yang digambarkan oleh suatu data.

c)   Kemampuan untuk menafsirkan berbagai data sosial.

d)  Kemampuan untuk membuat batasan (kualifikasi) yang tepat ketika menafsirkan suatu data.

Mengekstrapolasi (extrapolation)

Kemampuan pemahaman jenis ekstrapolasi ini berbeda dengan kedua jenis pemahaman lainnya dan memiliki tingkatan yang lebih tinggi. Kemampuan pemahaman jenis ekstrapolasi ini menuntut kemampuan intelektual yang lebih tinggi, seperti membuat telaahan tentang kemungkinan apa yang akan berlaku. Beberapa kemampuan dalam proses mengekstrapolasi diantaranya adalah:

a)   Kemampuan menarik kesimpulan dan suatu pernyataan yang eksplisit.

b)   Kemampuan menggambarkan kesimpulan dan menyatakannya secara efektif (mengenali batas data tersebut, memformulasikan kesimpulan yang akurat dan mempertahankan hipotesis).

c)   Kemampuan menyisipkan satu data dalam sekumpulan data dilihat dari kecenderungannya.

d)  Kemampuan untuk memperkirakan konsekuensi dan suatu bentuk komunikasi yang digambarkan.

e)   Kemampuan menjadi peka terhadap faktor-faktor yang dapat membuat prediksi tidak akurat.

f)    Kemampuan membedakan nilai pertimbangan dan suatu prediksi.

Pemahaman konsep adalah kemampuan menangkap pengertian-pengertian seperti mampu mengungkapkan suatu materi yang disajikan ke dalam bentuk yang lebih dipahami, mampu memberikan interpretasi dan mampu mengaplikasikannya (Bloom, 1979, dalam Armiza, 2007).

Menurut Novak & Gowin (1984: 139), pemahaman konsep dapat juga dievaluasi melalui peta konsep, guru dapat mengetahui konsep-konsep yang telah dimiliki siswanya untuk mengaitkan informasi baru dengan informasi yang telah ada dalam struktur kognitif siswa (Novak & Gowin, 1984, dalam Salmiyati,2007).

6 Balasan ke Kategori Pemahaman Konsep

  1. peratamaandika68 mengatakan:

    Reblogged this on b90w.

  2. peratamaandika68 mengatakan:

    Reblogged this on b90w.

  3. syifa nurjanah mengatakan:

    ini sangat bermanfaat sekali pak. saya mahasiswi yang sedang menyusun skripsi, kalau boleh tau rreferensinya dari mana atau dari buku apa pak? trims sebeumnya

  4. Yenyen Poez Beloved mengatakan:

    maaf pak sebelumnya.. bisa minta referensi bukunya gag? terima-kasih pak…

  5. Anonim mengatakan:

    selamat siang pak.. saya mahasiswa pendidikan kimia universitas lampung, sebelumnya, saya sangat senang dengan tulisan2 bapak . Karena saya sangat terbantu dengan tulisan bapak. Bisa tidak bapak menulis tentang Keterampilan Inferensi ?

    • fisika21 mengatakan:

      Selamat siang juga… terimakasih telah berkunjung. Maksud anda INFERENSI LOGIKA?, ini sekilas tentang inferensi logika menurut literatur yang saya baca.
      Logic (logika) berasal dari kata logos (Bhs. Yunani) yang artinya kata (word) atau apa yang diucapkan, kemudian berubah menjadi studi sistem preskriptif dari argumen dan penalaran (reasoning), yaitu sistem yang menjadi acuan bagaimana manusia harus berpikir. Logika dapat dikatakan sebagai bentuk penarikan kesimpulan, apakah sesuatu atau argumen itu absah (valid) atau sebagai pendapat yang keliru (fallacious).

      Menurut kamus besar bahasa Indonesia, logika berarti; [1] pengetahuan tentang kaidah berpikir, [2] jalan pikiran yang masuk akal.[3] Inferensi berarti simpulan; yang disimpulkan.[4] Oleh karena demikian, logika inferensial dapat didefinisikan sebagai “berfikir dengan akal yang sehat untuk memperoleh kesimpulan”. Contohnya, ketika seseorang menghadapi sebuah persoalan yang memerlukan jalan keluar (pemecahan), lalu persoalan tersebut ia pikirkan dengan menggunakan akal yang sehat, kemudian dari hasil berpikir itu ia mendapatkan sebuah simpulan pemecahan dari persoalan tersebut.

      Mudah2an dilain kesempatan sy bisa memposting tentang inferensi logika yang lebih detil….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s