PEMBELAJARAN JARAK JAUH : Seberapa Efektifkah?

Pendidikan jarak jauh membuat kita fokus pada teka-teki yang berhubungan dengan segala hal dalam pengajaran.  Artinya, semua pembelajaran yang diberikan adalah pembelajaran diri.  Pada intnya, keberadaan sekolah adalah untuk meningkatkan kemampuan mengajar pada orang lain, selain juga untuk belajar.  Disekolah telah disediakan guru-guru dan fasilitas-fasilitas yang dapat mendukung semua proses pembelajaran mereka, dan akhirnya, membidik energi dan skill yang mereka miliki.  Elemen umum yang paling penting dalam model pengajaran adalah keberadaam guru yang menitikberatkan bagaimana mengajari siswa untuk belajar.  Lingkungan yang telah dikondisikan oleh model pengajaran dirancang untuk membuka dunia, bukan untuk mematikannya.  Tugas berat yang harus kita perhatikan sebagai guru adalah menyadari bahwa kita tengah membantu mereka menjadi penulis, ahli ilmu pengetahuan, ahli sains dan menjadi warga negara yang baik, bahkan pada tahun-tahun pertama kita menginginkan  siswa kita menjadi pembeca dan penulis yang lebih baik dibanding generasi sebelumnya.

Pada hakikatnya, semangat yang diberikan pada siswa yang menempuh pendidikan jarak jauh memang kurang persuasif dibanding semangat yang diberikan di sekolah-sekolah pada umumnya.  Namun, tujuan pendidikan bukan hanya sekedar berusaha bagaimana siswa mendapatkan lebih banyak pendidikan, meskipun hal ini juga penting.  Tujuan yang lebih utama adalah membuat siswa mampu memperoleh pendidikan dengan lebih efektif, yang hanya akan terjadi jika mereka belajar mengajari dirinya sendiri secara efektif.

Bagi kebanyakan orang, perhatian pertama kali mengenai pendidikan jarak jauh menuntun mereka pada skeptisme, khususnya dalam tiga hal :

  1. Semacam kekhawatiran bahwa hanya akan ada sedikit siswa yang mampu belajar tanpa adanya semangat  secara utuh yang memang hanya bisa disediakan oleh sekolah.
  2. Semacam kekhawatiran bahwa hanya model      pembelajaran langsung yang mempertemukan guru dan murid dalam sebuah ruang kelaslah yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan.
  3. Anggapan bahwa siswa tidak memiliki sasaran komunikasi interaktif yang jelas, mereka hanya menghabiskan waktu mereka dilingkungan-lingkungan seperti nintendo, sejenis pertapaan elektronik (didepan komputer misalnya).

Masing-masing anggapan tersebut harus disikapi secara serius.  Mengenai yang pertama, ada bukti yang telah berkembang bahwa banyak siswa yang bisa memberikan respon positif dalam pendidikan jarak jauh.  Lagi pula, penilaian formatif yang regular sangatlah penting.  Siswa yang tidak belajar haruslah mencari jalan lain.  Kita tidak perlu mengulang gegagalan lain setelah kegagalan sebelumnya.  Penilaian yang mengejutkan menunjukkan bahwa pelajaran-pelajaran dalam sekolah dapat mengikuti buku-buku pelajaran secara langsung, dan jika buku pelajarannya adalah guru, bukankah jarak dalam hal ini akan sangat mengganggu?  Maka siswa pun akan gagal dalam pelajaran sekolah.  Yang pasti, kita sama sama memiliki pelajaran yang baik maupun yang buruk dalam sekolah dan kitapun bisa membuat kedua pelajaran tersebut dipermudah dengan bantuan teknologi.

Pertanyaan yang sangat penting disini adalah perbandingan berikut, sebera efektifkah pelajaran jarak jauh, sepeti fisika, dibanding dengan pelajaran yang diberikan diruang kelas dengan guru yang berkualitas?  Jawaban pertanyaan tersebut akan memunculkan beberapa spekulasi.  Namun, pada akhirnya, biarlah penelitian penelitian yang akan memberikan jawabannya.  Jelasnya, beberapa siswa bisa mandiri dan memiliki perangkat untuk menyemangati diri mereka sendiri dan tumbuh dengan baik dalam pendidikan jarak jauh…

2 Balasan ke PEMBELAJARAN JARAK JAUH : Seberapa Efektifkah?

  1. ayu mengatakan:

    saya seorg ibu tunggal yg berumur 29thn pd thn ini (2010),di sini sy ingin bertanya, oleh kerana minat sy yg amat mendalam dlm melanjutkan pelajaran. Sy cuma mempunyai sijil SPM. Pekerjaan sy sekrg mmg sudah bagus kerana sy bekerja spenuh masa dgn keluarga sy iaitu salah satu syarikat ICT di Kuala Terengganu. Tapi saya rasa sgt rugi skrg kerana cuma mempunyai kelulusan SPM shj. Almaklumla skrg ini pelajaran sgt penting. Kelulusan amat diperlukn di dlm apa jua bidang. Lebih2 lg sekiranya ingin memohon utk menjadi tenaga pengajar. Ia memerlukan kelulusan dan sijil2 tertentu walaupun sy mmg sudah berada dlm bidang profesional, sy rasa itu tidak cukup.
    Soalan saya di sini, adakah berbaloi sy melanjutkan pelajaran lg ataupun sudah cukup dgn apa yg sy ada skrg?..

    • fisika21 mengatakan:

      Salam kenal dan terimakasih sudah mengunjungi FENOMENA FISIKA.
      Saya mengerti bagaimana rasanya pada posisi ibu saat ini. Ibu memiliki kualifikasi yang baik dalam bidang ICT namun sayangnya ibu belum dapat menduduki posisi strategis dalam perusahaan atau pada posisi pekerjaan yang diinginkan karena terhambat oleh ijazah terakhir yang kurang memenuhi syarat untuk posisi tersebut. Kita tidak dapat menyangkal memang demikianlah standar yang digunakan pada berbagai perusahaan bahkan instansi pemerintah. Saya menyarankan, cobalah ibu membuka peluang usaha sendiri menggunakan skill yang ibu miliki. Atau kalo ibu tetap menginginkan posisi pekerjaan yang mensyaratkan ijazah yang lebih tinggi, sambil membuka peluang usaha, ibu bisa tetap melanjutkan studi. Ibu masih memiliki semangat yang tinggi untuk belajar, itu adalah modal yang paling penting. Selain itu, ibu juga masih cukup muda jadi masih banyak hal yang bisa dilakukan, bukankah belajar harus dilakukan sepanjang hayat? Saya mendoakan semoga ibu selalu diberi kesuksesan. Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: