HEURISTIK VEE : Cara Memahami Pengetahuan

Menurut Salim (Suastra, 1996), heuristik merupakan suatu cara untuk memecahkan masalah dengan menggunakan prosedur-prosedur penemuan dalam ilmu pengetahuan. Polya (Soekisno: 2002) menyatakan heuristik dapat diartikan sebagai cara yang membantu untuk menemukan jalan pemecahan. Heuristik Vee (dalam bentuk huruf “V”) dikembangkan oleh Gowin sejak tahun 1977 sebagai suatu metoda untuk membantu siswa memahami struktur pengetahuan dan proses bagaimana pengetahuan dikonstruksi (Novak & Gowin, 1985: 57). Diagram vee digunakan sebagai heuristik oleh siswa untuk membantu mereka melihat pengaruh antara pengetahuan yang sudah ada dan pengetahuan baru yang dihasilkan dari percobaan. Diagram vee dikenalkan kepada siswa dan guru. Diagram vee telah terbukti relevan dengan setiap disiplin ilmu di Universitas dan SMP.

Diagram vee yang lengkap berisikan elemen-elemen dan deskripsinya ditunjukkan pada Gambar 2.1. Garis tebal pada diagram vee mengandung maksud bahwa elemen-elemen kunci harus dipertimbangkan dalam suatu upaya inkuiri. Pada sisi konseptual (sebelah kiri diagram vee) berisi teori, prinsip-prinsip dan konsep-konsep. Teori dibangun dari prinsip-prinsip, dan prinsip-prinsip dibangun dari konsep-konsep. Di sini merupakan pengetahuan yang sudah dipunyai siswa untuk menjawab fokus pertanyaan dalam melakukan percobaan nantinya. Gagasan-gagasan atau sejenis “teori siswa” mengenai peristiwa-peristiwa alam perlu dibuktikan kebenarannya dalam mengamati suatu objek atau peristiwa-peristiwa (bagian bawah diagram vee) melalui percobaan. Pada sisi metodologi (sisi kanan diagram vee) berisi catatan-catatan yang harus dibuat, transformasi, serta kritik pengetahuan dan nilai. Pembuatan catatan perlu mempertimbangkan konsep apa yang terkait, sehingga antara konsep dan catatan dihubungkan dengan anak panah. Jika catatan tidak sesuai dengan konsep yang diselidiki maka tidak akan ada transformasi yang mengarah pada kritik pengetahuan yang valid. Transformasi-transformasi yang dibuat berhubungan dengan prinsip-prinsip dan kritik pengetahuan (generalisasi), dan nilai berkaitan dengan teori. Membuat catatan diperlukan untuk mengorganisasi apa yang diamati dalam mengonstruksi jawaban-jawaban dari fokus pertanyaan yang diajukan. Siswa mendiskusikan format yang berbeda dalam kelompoknya dan memutuskan untuk memilih format yang sesuai untuk menjawab fokus pertanyaan. Di sini juga dapat dilihat kreativitas yang dipunyai siswa mengonstruksi pengetahuan baru untuk menemukan cara terbaik dalam membuat suatu percobaan. Untuk memperjelasnya, kombinasi konsep dan prinsip yang kita tahu, mempengaruhi bagaimana kita metransformasi catatan. Dari data yang sudah ditransformasikan, kita dapat mengonstruksi kritik pengetahuan yaitu kritik tentang jawaban apa yang kita pikirkan untuk pertanyaan yang diajukan. Kritik pengetahuan adalah produk dari inkuiri. Di sini siswa dapat mengonstruksi pengetahuan baru atau menambah pengetahuan yang sudah ada sebelumnya. Dalam proses mengonstruksi pengetahuan baru menuntun kita untuk menambah dan atau merubah maksud dari konsep dan prinsip, dan untuk melihat hubungan diantara keduanya. Ini saling mempengaruhi antara apa yang kita tahu dengan pengamatan yang baru dilakukan dan kritik pengetahuan. Pada bagian atas diagram vee diletakkan pertanyaan-pertanyaan kunci yang menuntun siswa dalam penyelidikan. Dengan demikian, prosedur yang dilakukan dalam memahami pengetahuan alam menyerupai huruf “V”.

Heuristik vee membantu menemukan bahwa makna dari seluruh pengetahuan pada akhirnya berasal dari kejadian atau objek yang diamati. Tidak ada satu pun hasil pengamatan dari kejadian atau objek yang dapat menerangkan makna kejadian atau objek itu sendiri. Makna tersebut harus dikonstruksi dan kita harus mengetahui bagaimana seluruh elemen yang ada pada diagram vee berinteraksi sehingga kita dapat mengonstruksi makna baru.

Di laboratorium IPA, siswa mungkin terbuai ketika mencatat kejadian, dan mentransformasikannya dalam grafik, tabel dan mengemukakan kritik pengetahuan atau generalisasi. Sering siswa tersebut tidak mengetahui mengapa terjadi demikian. Jarang siswa secara sadar mempergunakan konsep, prinsip atau teori yang relevan dalam memahami mengapa objek atau kejadian diobservasi, mengapa mereka membuat catatan tertentu dan mengapa kesimpulan yang dibuatnya salah. Singkatnya, metodologi yang dilakukan siswa tidak dibimbing oleh gagasan konseptual atau teori yang digunakan oleh seorang ahli. Dalam hal ini, tidak ada saling keterkaitan antara pemikiran siswa (sebelah kiri “V”) dengan bekerja (sebelah kanan “V”). Sebagai akibatnya, praktek di laboratorium merupakan hal yang mubazir.

Heuristik vee

Gambar 1 Heuristik Vee Gowin (Novak & Gowin,1985: 3)

Pustaka Acuan (Bisa diposting bila dibutuhkan)

Satu Balasan ke HEURISTIK VEE : Cara Memahami Pengetahuan

  1. lina.rolina@yahoo.co.id mengatakan:

    saya bisa minta daftar pustakanya g? klo bisA tolong kirim k e-mail saya trimakasih…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: