UNDERSTANDING THE TEACHING PROFESSION : MOTIVATION, PREPARATION AND CONDITION FOR THE ENTERING TEACHER (Amerika Vs Indonesia)

12 September 2016

Oleh : M. Sutarno, S.Si.,M.Pd

PENDAHULUAN

Latar Belakang    

Banyak alasan yang dikemukakan mengapa seseorang memilih menjadi guru, diantaranya adalah karena alasan ingin berbagi ilmu, kecintaaan terhadap dunia anak-anak, memperluas ilmu, melatih kesabaran, ingin memberikan layanan kepada masyarakat, dan alasan-alasan lainnya.  Apapun alasannya, perlu dipahami bahwa kedudukan guru sebagai tenaga profesional bertujuan untuk melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

Baca entri selengkapnya »


PERAN PEDAGOGIK DALAM PENDIDIKAN IPA BERBASIS STUDENT CENTERED LEARNING

12 September 2016

Oleh : M. Sutarno, S.Si.,M.Pd

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pedagogik dalam konteks pendidikan merupakan ilmu yang mampu memberi warna dan nuasa dalam kehidupan manusia di dalam mempertahankan martabat kemanusiaannya dan memberikan nuansa kemaslahatan kehidupan manusia di dunia dan akhirat. Pedagogik diartikan dengan ilmu mendidik, lebih menitikberatkan kepada pemikiran dan perenungan tentang pendidikan. Suatu pemikiran bagaimana kita membimbing dan mendidik peserta didik. Pemikiran ini erat kaitannya dengan karakteristik pendidikan IPA.

Baca entri selengkapnya »


PANDANGAN ALTERNATIF TERHADAP EVALUASI PROGRAM (ALTERNATIVE VIEWS OF EVALUATION)

1 Maret 2016

M.Sutarno, S.Si.,M.Pd  dan Andi Wahyudi, M.Pd

PENDAHULUAN

Pengetahuan tentang evaluasi sangat penting bagi semua praktisi sebagai bentuk profesionalismenya. Walaupun evaluasi ini penting, tetapi sulit untuk menemukan makna atau sekedar definisi yang hakiki bagi evaluasi. Ketika kita mempelajari buku tentang evaluasi selalu ditemukan makna atau definisi evaluasi yang berbeda dari setiap buku. Evaluasi sering disandingkan dengan pengukuran (measurement) atau penilaian (assesment), walaupun pada hakikatnya satu sama lain memiliki perbedaan. Tanpa disadari sebenarnya setiap orang telah melakukan evaluasi, akan tetapi jika mereka ditanya tentang makna atau definisi tentang evaluasi mereka akan kebingungan.

Baca entri selengkapnya »


STANDAR KOMPETENSI GURU IPA

9 Februari 2016

Oleh : M. Sutarno, S.Si, M.Pd

I. PENDAHULUAN

Banyak pihak yang mengkaitkan kemerosotan bangsa kita dengan pendidikan, karena mutu pendidikan yang rendah menyebabkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang rendah. Untuk meningkatkan mutu pendidikan maka interaksi belajar mengajar harus berkualitas. Salah satu unsur penting yang mempengaruhi proses belajar mengajar adalah guru. Usaha peningkatan mutu pendidikan harus dimulai dari usaha peningkatan mutu guru. Keberadaan guru yang profesional sangatlah penting. Salah satu aspek profesionalitas guru adalah kompetensi guru.

Kompetensi pada dasarnya merupakan gambaran tentang apa yang seyogyanya dapat dilakukan (be able to do) seseorang dalam suatu pekerjaan, berupa kegiatan, perilaku dan hasil yang seyogyanya dapat ditampilkan atau ditunjukkan. Agar dapat melakukan sesuatu dalam pekerjaannya, tentu saja seseorang harus memiliki kemampuan (ability) dalam bentuk pengetahuan (knowledge), sikap (attitude) dan keterampilan (skill) yang sesuai dengan bidang pekerjaannya. Mengacu pada pengertian kompetensi di atas, maka dalam hal ini kompetensi guru dapat dimaknai sebagai gambaran tentang apa yang seyogyanya dapat dilakukan seorang guru dalam melaksanakan pekerjaannya, baik berupa kegiatan, berperilaku maupun hasil yang dapat ditunjukkan.

Baca entri selengkapnya »


ASESMEN PORTOFOLIO

9 Februari 2016

Oleh : M.Sutarno S.Si, M.Pd

BAB I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Era global yang menuntut peningkatakan daya saing dalam kompetisi yang terbuka telah menimbulkan orientasi baru dalam pendidikan. Buchori (2000) menekankan bahwa pendidikan yang bermakna dapat menolong kita, sedangkan pendidikan yang tidak bermakna hanya menjadi beban hidup. Karena itu kebermaknaan belajar menjadi isu penting dalam pendidikan seperti yang telah dilaporkan oleh the International Commission on Education for the Twenty-first Century (Delors, 1995), suatu komisi yang dibentuk oleh UNESCO dan bertugas mengkaji pendidikan yang tepat untuk abad ke-21. Laporan itu mengatakan bahwa untuk memenuhi tuntutan kehidupan masa depan, pendidikan tradisional yang sangat quantitatively-oriented and knowledge-based tidak lagi relevan. Melalui pendidikan, setiap individu mesti disediakan berbagai kesempatan belajar sepanjang hayat; baik untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap maupun untuk dapat menyesuaikan diri dengan dunia yang kompleks dan penuh dengan saling ketergantungan. Untuk itu, pendidikan yang relevan harus bersandar pada empat pilar pendidikan, yaitu (1) learning to know, yakni pebelajar mempelajari pengetahuan, (2) learning to do, yakni pebelajar menggunakan pengetahuannya untuk mengembangkan keterampilan, (3) learning to be, yakni pebelajar belajar menggunakan pengetahuan dan keterampilannya untuk hidup, dan (4) learning to live together, yakni pebelajar belajar untuk menyadari bahwa adanya saling ketergantungan sehingga diperlukan adanya saling menghargai antara sesama manusia.

Baca entri selengkapnya »