Keterampilan Proses Sains (Bag 2)

Indikator Keterampilan Proses Sains

Istilah keterampilan proses sains dipopulerkan melalui proyek kurikulum Science-A Process Approach (SAPA), keterampilan proses sains (Science Process Skills) dapat diartikan sebagai satu set keterampilan yang dapat ditransfer dan menggambarkan kebiasaan seorang peneliti (Scientist). SAPA mengelompokkan keterampilan proses sains menjadi dua kelompok yaitu keterampilan proses sains dasar (Basic Science Process Skills) yang terdiri dari mengamati (observing), menyimpulkan (inferring), mengukur (measuring), mengkomunikasikan (communicating), mengklasifikasi (classifying), meramalkan (predicting) dan keterampilan proses sains terintegrasi (Integrated Science Process Skills) yang terdiri dari mengontrol variabel (controlling varables), mendefinisikan secara operasional (defining operationally), merumuskan hipotesis (formulating hypotheses), menginterpretasi data (interpreting data), melakukan percobaan (experimenting) dan memformulasikan model (formulating models) (Padilla, 1990). Sedangkan Rustaman (2005) tidak menglompokkan jenis-jenis keterampilan proses sains secara lebih spesifik. Hal ini mungkin terjadi dikarenakan adanya perbedaan standar pendidikan sains lokal, daerah ataupun nasional (Ash, 2000).

Rustaman (2005) mengemukakan bahwa “keterampilan proses terdiri atas sejumlah keterampilan yang satu sama lain tidak dapat dipisahkan”. Keterampilan proses tersebut adalah keterampilan mengamati, menginterpretasi data, meramalkan, berkomunikasi, berhipotesis, merencanakan percobaan, menggunakan alat dan bahan, menerapkan konsep dan mengajukan pertanyaan. Sedangkan menurut Semiawan (1989), keterampilan proses adalah keterampilan fisik dan mental terkait dengan kemampuan-kemampuan yang mendasar yang dimiliki, dikuasai dan diaplikasikan dalam suatu kegiatan ilmiah, sehingga para ilmuan berhasil menemukan sesuatu yang baru.

 Keterampilan proses sains yang digunakan di Sekolah Menengah Umum (SMU) dan Madrasah Aliyah (MA) dalam Standar Isi Kurikulum 2006 antara lain: mengamati, mengukur, menggolongkan, mengajukan pertanyaan, menyusun hipotesis, merencanakan percobaan, mengidentifikasi variabel, menentukan langkah kerja, melakukan eksperimen, membuat dan menafsirkan informasi/grafik, menerapkan konsep, menyimpulkan dan mengkomunikasikan baik secara verbal maupun nonverbal.

Berikut ini adalah jenis aspek keterampilan proses sains menurut Rustaman (2007) beserta indikatornya dalam pembelajaran :

  1. Mengamati : Kemampuan mengumpulkan fakta, mencari persamaan dan perbedaan dengan menggunakan sebagian atau semua indra. Indikator : Menggunakan sebanyak mungkin indera untuk melihat, mendengar, merasa, mengecap dan mencium, Mengumpulkan/menggunakan fakta yang relevan dan memadai.
  2. Menginterpretasi data : Kemampuan mencatat hasil pengamatan dan menyatakan pola hubungan atau kecenderungan gejala tertentu yang ditunjukkan oleh sejumlah data hasil pengamatan. Indikator :  Mencatat setiap hasil pengamatan secara terpisah, Menghubung-hubungkan hasil pengamatan,  Menemukan pola dari satu seri pengamatan,  Membuat kesimpulan sementara
  3. Meramalkan : Kemampuan memperkirakan atau mengemukakan apa yang mungkin terjadi pada keadaan yang belum diamati berdasarkan penggunaan pola keteraturan atau kecenderungan-kecenderungan gejala tertentu yang telah diketahui sebelumnya. Indikator : Mengajukan perkiraan tentang sesuatu yang belum terjadi berdasarkan suatu kecenderungan atau pola yang sudah ada.
  4. Berkomunikasi : Kemampuan mendiskusikan dan menyampaikan hasil penemuannya kepada orang lain, baik secara lisan maupun tertulis. Indikator : Menjelaskan hasil percobaan, Menyusun dan menyampaikan laporan secara sistematis dan jelas
  5. Berhipotesis: Kemampuan membuat perkiraan atau jawaban sementara yang logis untuk menerangkan suatu kejadian atau pengamatan tertentu. Indikator : Menyatakan hubungan antara dua variabel, Mengajukan perkiraan penyebab sesuatu terjadi
  6. Merencanakan percobaan : Kemampuan menentukan obyek yang akan diteliti, alat dan bahan yang akan digunakan, menentukan variabel yang akan diamati dan diukur dan menentukan langkah-langkah percobaan yang akan ditempuh. Indikator : Menentukan alat dan bahan yang akan digunakan,  Menentukan variabel yang terlibat dalam suatu percobaan, Menentukan variabel kontrol dan variabel bebas, Menentukan apa yang diamati, diukur atau ditulis, Menentukan cara dan langkah kerja
  7. Menggunakan alat dan bahan : Kemampuan menggunakan alat dan bahan serta mengetahui bagaimana menggunakan alat dan bahan tersebut. Indikator : Menggunakan alat dan bahan untuk memperoleh pengalaman langsung, Menentukan alat dan bahan yang akan dipakai untuk digunakan dalam penelitian
  8. Menerapkan konsep : Kemampuan menggunakan konsep yang telah dimiliki untuk memecahkan masalah tertentu atau menjelaskan suatu peristiwa baru. Indikator : Menghitung, Menjelaskan peristiwa baru dengan menggunakan konsep yang telah dimiliki, Menerapkan konsep yang telah dipelajari dalam situasi baru
  9. Mengajukan pertanyaan : Kemampuan mengajukan pertanyaan yang meminta penjelasan dan menanyakan sesuatu hal yang berlatar belakang hipotesis. Indikator : Bertanya untuk meminta penjelasan tentang apa, mengapa, bagaimana, Bertanya tentang latar belakang hipotesis

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s