Keterampilan Berpikir Kritis (Bagian 2)

Proses berpikir kompleks dikenal sebagai proses berpikir tingkat tinggi. Proses berpikir kompleks meliputi empat kelompok, yakni pemecahan masalah, membuat keputusan, berpikir kritis dan berpikir kreatif (Costa, 1985).  Pengertian berpikir kritis menurut para peneliti sebagaimana yang diungkapkan oleh Devi (2001) adalah kemampuan untuk mengorganisasi, menganalisis dan mengevaluasi argumen (Schlecht, 1989), proses mental, strategi dan representasi seseorang yang digunakan untuk memecahkan masalah, membuat keputusan dan mempelajari konsep baru (Sternberg, 1990), dan cara berpikir reflektif yang masuk akal atau berdasarkan nalar yang difokuskan untuk menentukan apa yang akan dikerjakan dan diyakini (Ennis, 1996).  Indikator keterampilan berpikir kritis menurut Ennis (1996) dibagi menjadi 5 kelompok yaitu: (1) memberikan penjelasan sederhana (elementary clarification), (2) membangun keterampilan dasar (basic support), (3) membuat inferensi (inferring), (4) Membuat penjelasan lebih lanjut (advanced clarification), serta (5) mengatur strategi dan taktik (strategies and tactics).

Untuk pembelajaran IPA, indikator-indikator keterampilan berpikir kritis ini dirinci lebih lanjut sehingga diperoleh indikator-indikator yang sesuai dan spesifik untuk IPA yaitu sebagai berikut: (1) mengidentifikasi/merumuskan pertanyaan. (2) mengidentifikasi kesimpulan, mengidentifikasi alasan yang dikemukakan, mengidentifikasi alasan yang tidak dikemukakan, menemukan persamaan dan perbedaan, mengidentifikasi hal yang relevan, menemukan struktur/rumus, dan merangkum. (3) menjawab pertanyaan mengapa, menjawab pertanyaan tentang alasan utama, dan menjawab pertanyaan tentang fakta.          (4) menyesuaikan dengan sumber, memberikan alasan, dan kebiasaan berhati-hati. (5) melaporkan berdasarkan pengamatan, melaporkan generalisasi eksperimen, mempertegas pemikiran, dan mengkondisikan cara yang baik.                              (6) menginterpetasikan pertanyaan. (7) menggeneralisasikan dan meneliti.         (8) menerapkan prinsip/rumus dan mempertimbangkan alternatif. (9) menentukan strategi terdefinisi dan menentukan definisi materi subyek. (10) mengidentifikasi asumsi dari alasan yang tidak dikemukakan dan mengkonstruksi pernyataan.     (11) merumuskan masalah, memilih kriteria untuk mempertimbangkan penyelesaian, merumuskan alternatif penyelesaian, menentukan hal yang dilakukan secara tentative, dan merangkum dengan mempertimbangkan situasi lalu memutuskan, dan (12) menggunakan strategi logis.

Keterampilan berpikir kritis perlu dikembangkan dalam diri siswa karena melalui keterampilan berpikir kritis, siswa dapat lebih mudah memahami konsep, peka terhadap masalah yang terjadi sehingga dapat memahami dan menyelesaikan masalah, dan mampu mengaplikasikan konsep dalam situasi yang berbeda (Scriven dan Paul, 2007).  Pendidikan perlu mengembangkan potensi peserta didik agar mampu mengembangkan keterampilan hidup diantaranya berpikir kritis agar peserta didik memiliki kemampuan bersikap dan berperilaku adaptif dalam menghadapi tantangan dan tuntutan kehidupan sehari-hari secara efektif.  Pengembangan keterampilan berpikir kritis dalam proses pembelajaran memerlukan keahlian guru.  Keahlian dalam memilih media/model pembelajaran yang tepat adalah salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pengembangan keterampilan berpikir kritis siswa.

(Daftar pustaka dapat dipesan)

About these ads

9 Balasan ke Keterampilan Berpikir Kritis (Bagian 2)

  1. ibrahim mengatakan:

    Asslm. pa boleh saya minta daftar pustakanya….. soalnya saya ingin lebih mempelajarinya lagi terimakasih

  2. Ida Astuti mengatakan:

    Asslm,,
    boleh saya minta daftar pustakanya untuk bahan skripsi saya? trimakasih sebelumnya,,

  3. Anonymous mengatakan:

    minta daftar pustaknya..dari jurnal, artikel dll
    terima kasih.
    kirim ke email saya

  4. oct.nie@gmail.com mengatakan:

    Assalamu’alaikum…Maaf Pak bolehkah sya meminta daftar pustaka untuk artikel ini dan sumber-sumber yang lain (jurnal, ebook, dll) buat bahan tesis sy, kalau berkenan tolong kirim ke alamat email saya njih Pak.
    Trimakasih

  5. era mengatakan:

    assalamu’alaikum…. pak, sama dg atas… klo bisa minta dikirim juga ke email saya… nuhun pak..

  6. No Name mengatakan:

    Ya…. kayaknya kecewa tuh yang di atas pada gak di komen, tadinya sih mau nanya kaya gitu juga yang di atas, ya sutra lah, moga bapak makin maju aja

    • fisika21 mengatakan:

      Mohon maaf blm sempat memberikan komentar karena baru pulang bertugas cukup lama didaerah yang susah koneksi internetnya, saya akan usahakan segera apa yang sudah direquest rekan-rekan….tunggu dulu ya… trmksh

  7. Lilis mengatakan:

    Assalamu’alaikum…Pak bolehkah sy minta daftar pustaka untuk artikel ini dan sumber-sumber yang lain (jurnal, ebook, dll) buat bahan skripsi sy, kalau berkenan tolong kirim ke alamat email saya ya Pak.
    Trimakasih banyak sblumnya. Smg Alloh jg mempermudah sgala urusan bpk.Aamiiin…..

  8. Rizki mengatakan:

    Asslm.
    Pa kalo boleh saya minta daftar pustaka untuk artikel ini dan sumber-sumber yang lain (jurnal, ebook, dll) kalau boleh, buat bahan skripsi saya, kalau berkenan kirim ke alamat email saya saja.
    JazzakaLLah… semoga bapak di tinggikan derajatnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: