DASAR-DASAR PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIVE ONLINE (Online Interactive Multimedia)

Multimedia Pembelajaran

Multimedia adalah media yang menggabungkan dua unsur atau lebih media yang terdiri dari teks, grafis, gambar, foto, audio, video dan animasi secara terintegrasi. Multimedia interaktif adalah suatu multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna, sehingga pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya (Setiawan, 2007). Sedangkan pembelajaran diartikan sebagai proses penciptaan lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses belajar. Jadi, hal utama dalam pembelajaran adalah bagaimana siswa belajar.  Belajar dalam pengertian aktifitas mental siswa dalam berinteraksi dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan perilaku yang bersifat relatif konstan.  Dalam konteks ini, aspek penting dalam aktifitas belajar adalah lingkungan yang diciptakan dengan menata unsur-unsurnya sehingga dapat mengubah perilaku siswa.  Dari uraian tersebut maka multimedia pembelajaran dapat diartikan sebagai aplikasi multimedia yang digunakan dalam proses pembelajaran.  Multimedia pembelajaran digunakan untuk menyalurkan pesan (pengetahuan, keterampilan dan sikap) serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan yang siswa sehingga secara sengaja proses belajar terjadi, bertujuan dan terkendali.

Secara umum manfaat yang dapat diperoleh adalah proses pembelajaran berjalan lebih menarik, lebih interaktif, jumlah waktu mengajar dapat dikurangi, kualitas belajar siswa dapat ditingkatkan dan proses belajar mengajar dapat dilakukan di mana dan kapan saja, serta sikap belajar siswa dapat ditingkatkan. Manfaat tersebut akan diperoleh mengingat terdapat keunggulan dari multimedia pembelajaran, yaitu (Heinich, 1996) : (1) Dapat memperbesar benda yang sangat kecil dan tidak tampak oleh mata, seperti kuman, bakteri, elektron, dan lain-lain.  (2) Dapat memperkecil benda yang sangat besar yang tidak mungkin dihadirkan ke sekolah, seperti gajah, rumah, gunung, dan lain-lain.  (3) Dapat menyajikan benda atau peristiwa yang kompleks, abstrak, rumit dan berlangsung cepat atau lambat menjadi lebih jelas dan terlihat kongkrit, seperti sistem tubuh manusia, bekerjanya suatu  mesin,  beredarnya planet Mars, eksitasi elektron, dan lain-lain.  (4) Dapat menyajikan benda atau peristiwa yang jauh, seperti bulan, bintang, salju, dan lain-lain seolah-oleh menjadi dekat.  (5) Dapat menyajikan benda atau peristiwa yang berbahaya, seperti letusan gunung berapi, harimau, racun, dan lain-lain tanpa ada resiko dari bahaya tersebut, dan (6) Meningkatkan daya tarik dan perhatian siswa.

Sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran, pemilihan dan penggunaan multimedia pembelajaran harus memperhatikan karakteristik komponen lain seperti  tujuan, materi, strategi dan juga evaluasi pembelajaran. Menurut Heinich (1996), secara umum karakteristik multimedia pembelajaran adalah : (1) Memiliki lebih dari satu media yang konvergen, misalnya menggabungkan unsur audio dan visual.  (2) Bersifat interaktif, dalam pengertian memiliki kemampuan untuk mengakomodasi respon pengguna dan (3) Bersifat mandiri, dalam pengertian memberi kemudahan dan kelengkapan isi sedemikian rupa sehingga pengguna bisa menggunakannya tanpa bimbingan orang lain. Selain memenuhi ketiga karakteristik tersebut, multimedia pembelajaran sebaiknya memenuhi 4 fungsi yaitu : (1) Mampu memperkuat respon pengguna secepatnya dan sesering mungkin.  (2) Mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengontrol laju kecepatan belajarnya sendiri.  (3) Memperhatikan bahwa siswa mengikuti suatu urutan yang koheren dan terkendalikan.  (4) Mampu memberikan kesempatan adanya partisipasi dari pengguna dalam bentuk respon, baik berupa jawaban, pemilihan, keputusan, percobaan dan lain-lain.

Menurut Faizin (2009), model pembelajaran multimedia interaktif dapat digunakan dalam pengajaran dan pembelajaran fisika sebagai : (1) Laboratorium virtual melalui pemodelan dan presentasi fenomena dan proses.  (2) Ruang belajar yang ekspresif dimana siswa dapat mendemonstrasikan ide-ide mereka, memprediksi, menurunkan hukum fisika dan menyelesaikan soal-soal.  Simulasi konsep dan fenomena fisika melalui simulasi multimedia interaktif  akan menjadi effektif dalam mengajar pada siswa  karena : (1) Mendukung ruang pembelajaran yang kuat dalam mempelajari gejala-gejala fisika, (2) Mudah digunakan dan fleksibel, (3) Mudah diakses di lingkungan komputer.

Karakteristik Online Interactive Multimedia

Karakteristik online interactive multimedia meliputi  karakteristik komponen multimedia interaktif dan modul yang dikembangkan.  Komponen multimedia interaktif  dalam online multimedia interactive pada dapat mengacu pada apa yang dinyatakan oleh Prabath dan Andleigh (1996), yaitu  :

a. Teks

Teks pada online multimedia interactive berfungsi sebagai narasi yang menjelaskan tentang isi aplikasi (materi medan magnet). Teks dibuat secara internal dan eksternal. Teks yang dibuat secara internal dibuat dengan word processing yang ada pada authoring tools.  Teks internal digunakan untuk membuat teks yang pendek-pendek, misalnya menggunakan tooltip. Teks eksternal dibuat dengan menggunakan word processing lain di luar authoring tools.

b. Gambar

Penggunaan gambar dalam online multimedia interactive ini meliputi : (a) Background Image, digunakan sebagai gambar latar belakang aplikasi. Background image disesuaikan dengan tema aplikasi. Background image pada online multimedia interactive ini menggunakan gambar yang sudah ada, dan dapat juga membuat background sendiri berupa tekstur. (b) Button Image, biasa kita kenal dengan tombol. Pada button image inilah terletak kontrol program (navigasi). Pembuatan button image disesuaikan dengan kebiasaan pemakai atau minimal memiliki kedekatan dengan kontrol yang akan direpresentasikan, dan (c) Partial Image, dalam aplikasi online multimedia interactive ini partial image berfungsi sebagai gambar-gambar pendukung.

c. Suara

Dalam online multimedia interactive ada dua jenis format suara yang akan digunakan. Yang pertama adalah format WAV dan yang kedua adalah format MIDI. Format WAV paling tinggi adalah CD Quality dengan kualitas 44,1 KHz dan 16 bit.  Namun dalam perekaman jarang sekali digunakan kualitas ini mengingat waktu yang dibutuhkan cukup lama. Biasanya digunakan kualitas 44,1 KHz, 8 bit. MIDI (Music Interface for Digital Instrument) merupakan format yang dapat menghasilkan lagu-lagu berdurasi panjang dengan ukuran file yang kecil. Sedangkan menurut penggunaannya, suara terbagi atas : (a) Musik, digunakan untuk melatari aplikasi. Biasanya musik dibuat sesuai dengan tema aplikasi. (b) Suara (Natural Sound), terdiri dari suara-suara yang direkam dalam format WAV. (c) Sound FX, merupakan suara-suara yang direkam dan secara sengaja dimodifikasi untuk memberi theme sound pada aplikasi. Biasanya digunakan sebagai suara pada saat mengklik tombol, suara peringatan kesalahan dan sebagainya.

d. Animasi

Animasi merupakan objek yang dapat bergerak. Pada dasarnya animasi merupakan gabungan beberapa gambar yang ditampilkan secara berurut. Yang membedakannya dengan video ialah jika video didapat dari kejadian yang sebenarnya, maka animasi didapat dengan membuat sendiri.

e. Authoring

Pemrograman dalam multimedia biasa disebut dengan Authoring.  Pada authoring inilah interaktifitas sebuah aplikasi dirancang. Pemrogram mengggunakan teknik-teknik penempatan navigasi, struktur navigasi dan sedapat mungkin menghindari tampilan-tampilan standar yang mudah sekali membuat pemakai jemu. Perangkat yang digunakan disebut Authoring tools. Jenis authoring tools terbagi atas : (a) Authoring tools berbasis ikon. Dengan authoring tools ini biasanya programmer hanya menempatkan ikon-ikon tertentu dan menyusun struktur aplikasi saja. (b) Authoring tools berbasis visual. Dengan authoring tools ini programmer dapat menggunakan fasilitas yang telah disediakan, kemudian menempatkannya pada suatu form dan memberi beberapa baris script pada elemen-elemen tertentu. (c) Authoring tools berbasis real time. Dengan authoring tools ini programmer dihadapkan pada sebuah scoreboard yang berisi area-area frame agar programmer dapat meletakkan objek-objeknya. Sama seperti authoring tools berbasis visual, programmer juga perlu menambahkan beberapa baris script pada objek-objek yang diinginkannya.

Rambu-rambu modul pada online multimedia interactive mengacu pada ketentuan sebagai berikut :

  1. Online multimedia interactive diharapkan dapat meningkatkan keterampilan generik, keterampilan berpikir, sikap positif mahasiswa dan penguasaan konsep materi medan magnet.
  2. Online multimedia interactive yang dikembangkan disesuaikan dengan karakteristik materi yang akan dipelajari.
  3. Mencakup tujuan kegiatan pembelajaran yang spesifik.
  4. Mencakup materi pembelajaran secara rinci kegiatan dan latihan untuk mendukung ketercapaian tujuan.
  5. Terdapat evaluasi sebagai umpan balik (self evaluation) dan alat untuk mengukur keberhasilan mahasiswa sesuai dengan pendekatan belajar tuntas.
  6. Online multimedia interactive dikembangkan sesuai dengan kaidah-kaidah pengembangan modul sajian interaktif dengan kadar interaktivitas yang lebih tinggi, misalnya adanya fasilitas forum diskusi, chatting, email, adanya link-link dari bagian-bagian teks untuk memperjelas pemahaman siswa, adanya fasilitas download, serta link-link pada web lain yang menunjang pembelajaran medan magnet.

Untuk menghasilakan modul yang mampu meningkatkan motivasi dan efektivitas penggunaannya, pengembangan modul online multimedia interactive dapat diarahkan pada  karakteristik sebagai berikut (Riyana, 2007) :

Self Instruction

    Melalui modul online multimedia interactive mahasiswa mampu mebelajarkan diri sendiri, tidak tergantung pada pihak lain.  Untuk memenuhi karakter self instruction, pada modul terdapat : (a) Terdapat tujuan yang dirumuskan dengan jelas, (b) Terdapat materi pembelajaran yang dikemas kedalam unit-unit spesifik sehingga memudahkan mahasiswa belajar secara tuntas. (c) Tersedia contoh dan ilustrasi yang mendukung kejelasan pemaparan materi pembelajaran.  (d) Terdapat soal-soal latihan, tugas dan sejenisnya yang memungkinkan  mahasiswa memberikan respon dan mengukur penguasaannya, (e) Kontekstual, yaitu materi-materi yang disajikan terkait dengan suasana atau konteks tugas dan lingkungan mahasiswa.  (f) Menggunakan bahasa sederhana dan komunikatif, (g) Terdapat rangkuman materi pembeljaran, (h) Terdapat instrumen penilaian/assessment yang memungkinkan mahasiswa melakukan self assessment, (i) Tersedia informasi tentang rujukan/pengayaan/referensi/ yang mendukung materi pembelajaran.  (j) Tersedia link-link web lain sebagai rujukan yang dapat diakses mahasiswa untuk mendukung materi pembelajaran, (k) Terdapat fasilitas forum diskusi pada online multimedia interactive yang dapat digunakan oleh mahasiswa untuk mendiskusikan bagian materi yang belum dipahami.  Mahasiswa dapat menuliskan permasalahan yang ingin didiskusikan baik pada saat belajar dikelas maupun diluar kelas.  Tidak hanya dosen, semua mahasiswa peserta dapat memberikan tanggapan terhadap topik permasalahan dalam forum diskusi.  (l) Terdapat fasilitas download sehingga mahasiswa dapat mendownload baik terhadap materi yang ada dalam modul maupun materi-materi pendukung lainnya sehingga mahasiswa memiliki keleluasaan untuk belajar dimanapun dan kapanpun, dan (n) Terdapat fasilitas interaksi seperti chatting dan email yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana diskusi, komunikasi maupun pengumpulan penugasan.

    Self Contained

      Yang dimaksud dengan self contained yaitu seluruh materi pembelajaran dari satu kompetensi atau sub-kompetensi yang dipelajari terdapat didalam satu modul secara utuh.  Tujuan dari konsep ini adalah memberikan  kesempatan peserta didik mempelajari materi secara tuntas.

      Stand Alone

        Stand alone atau berdiri sendiri yaitu modul yang dikembangkan tidak bergantung pada bahan ajar lain atau tidak harus digunakan secara bersama-sama dengan bahan ajar lain.  Mahasiswa dapat menyelesaikan persoalan materi medan magnet atau kegiatan dalam pembelajaran medan magnet dengan berpedoman pada modul yang ada pada online multimedia interactive.

        Adaftif

          Modul memiliki daya adaftif yang tinggi terhadap perkembangan iptek serta fleksibel digunakan diberbagai tempat.  Modul yang adaptif adalah jika isi materi pembelajaran dan perangkat lunaknya dapat digunakan sampai dengan kurun waktu tertentu.

          User Friendly

            Modul memenuhi kaidah user friendly atau bersahabat/akrab dengan pemakainya.  Setiap instruksi dan paparan informasi yang tampil bersifat membantu dan bersahabat dengan pemakainya, termasuk kemudahan pemakai dalam merespon, mengakses sesuai dengan keinginan.  Termasuk juga penggunaan bahasa yang sederhana, mudah dimengerti serta menggunakan istilah yang umum.

            Representasi Isi

              Online multimedia interactive dikembangkan tidak sekedar  memindahkan teks dalam buku menjadi pembelajaran MMI berbasis web tetapi materi diseleksi sehingga menghasilkan materi yang betul-betul representatif untuk digunakan dalam pembelajaran menggunakan multimedia interaktif berbasis web.  Misalnya dalam teks materi terdapat animasi, video, simulasi, dan demonstrasi sehingga siwa tidak hanya membaca teks tetapi juga melihat animasi tentang sebuah proses menyerupai proses yang sebenarnya sehingga mempermudah pemahaman dengan biaya yang lebih rendah dibanding apabila langsung pada obyek nyata.

              Respon Pembelajaran dan Penguatan

                Pembelajaran menggunakan online multimedia interactive memberikan respon terhadap stimulus yang diberikan oleh siswa pada saat mengoperasikan program.  Online multimedia interactive telah diprogram dengan menyediakan data base terhadap kemungkinan jawaban yang diberikan oleh siswa.  Selaian itu setiap respon dimungkinkan untuk diberikan penguatan (reinforcemen) secara otomatis yang telah terprogram.  Penguatan terutama diberikan terhadap jawaban benar dan salah dari siswa pada saat mengerjakan latihan/self assessmentReinforcemen diberikan untuk meningkatkan motivasi dan ketertarikan siswa pada program.

                Dapat Digunakan Secara Klasikal atau Individual

                  Pembelajaran online multimedia interactive dapat digunakan oleh siswa secara individual, tidak hanya dalam setting kampus tetapi juga di rumah.  Materi dapat diulang-ulang sesuai dengan kehendak siswa.  Online multimedia interactive juga dapat digunakan secara klasikal dengan jumlah mahasiswa maksimal 50 orang diruang komputer, atau kelas biasa yang dapat dipandu oleh dosen.

                  About these ads

                  Satu Balasan ke DASAR-DASAR PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIVE ONLINE (Online Interactive Multimedia)

                  1. P. Cahyono mengatakan:

                    Salam kenal
                    Kunjungi situs http://pcahyono.blogspot.com/

                    Salam kreatif…

                  Tinggalkan Balasan

                  Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

                  WordPress.com Logo

                  You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

                  Twitter picture

                  You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

                  Facebook photo

                  You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

                  Google+ photo

                  You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

                  Connecting to %s

                  %d bloggers like this: