Sistem Satuan Internasional

Pengantar

Sistem metrik modern dikenal dengan system satuan internasional (International System Unit) dan disingkat SI. Dalam SI terdapat tujuh satuan dasar (pokok) yaitu panjang (m), massa (kg), waktu (s), arus listrik (A), temperature (K), jumlah zat (mol), dan intensitas cahaya (cd). Semua satuan-satuan selain satuan dasar tersebut merupakan satuan turunan yang diperoleh melalui perkalian dan pembagian dari satuan dasar.

SI dicetuskan dalam konvensi meter yang ditandatangani di Parais oleh 17 negara termasuk Amerika Serikat pada tanggal 20 Mei 1875. Konvensi tersebut juga menghasilkan sebuah badan yang bernama General Conferences on Weights and measures sebagai badan diplomatis formal yang bertanggungjawab terhadap pengesahan usulan yang berkaitan dengan satuan metric. Badan ini dibantu oleh 10 komite konsultatif yang memiliki kecakapan khusus dalam area metrologi. Aktifitas laboratorium standard dikoordinasi oleh International Bureau of Weights and measurement yang bermarkas di Sevres, Perancis dan beroperasi dibawah pengawasan CIPM. SI ditetapkan kembali pada tahun 1960 setelah dilakukan peninjauan ulang terhadap definisi satuan metric, simbol, dan terminologinya.

Cara Penulisan Satuan

1. Simbol dalam tulisan meliputi simbol kuantitas dan simbol satuan. Simbol kuantitas ditulis dalam  huruf italic (miring) dan simbol satuan ditulis dalam  huruf roman (upright), contoh penulisan : F = 15 N.

2. Simbol satuan merupakan entitas matematis universal, bukan sebuah singkatan, sebagai contoh simbol untuk second adalah s bukan s. atau sec.

3. Simbol satuan yang mengandung nama penemunya ditulis dengan huruf capital (besar), teapi nama satuannya  sendiri ditulis dengan huruf kecil (contoh : tesla ; T).

4. Simbol satuan yang tidak mengandung unsur nama penemunya baik simbol satuan maupun nama satuannya ditulis dengan huruf kecil (contoh: meter ; m).

5. Pelafalan atau pengejaan nama satuan disesuaikan dengan bahasa yang bersangkutan, misalkan pelafalan untuk “kilogram” dalam bahasa inggris “kilogram” dan dalam bahasa perancis “kilogramme”, tetapi simbol nama  satuan tersebut secara SI dimana-mana sama yaitu “kg”.

6. Kata “derajat” dengan simbol, o, dihilangkan dari satuan temperature termodinamik T (dinyatakan dalam satuan kelvin atau K, bukan derajat Kelvin atau oK).

7. Simbol untuk angka atau bilangan 106 atau lebih besar ditulis dengan huruf kapital sedangkan yang lebih kecil dari 106 ditulis dengan huruf kecil, tetapi nama simbol (prefik) semua ditulis dengan huruf kecil (contoh : 1015 = peta = P dan 103 = kilo = k).

8. Perkalian satuan ditulis dengan menyisipkan titik (dot) atau dengan member sapsi antar satuan (contoh : N.m atau N m).

9. Operasi pembagian ditulis menggunakan garis miring atau pangkat negative (missal m/s2 atau m.s-2), tetapi pengulangan garis miring dalam hal ini tidak diperbolehkan (missal : m/s2 tidak boleh ditulis m/s/s).

10. Untuk menghindari misinterpretasi yang mungkin ketika lebih dari satu satuan muncul bersamaan, dapat digunakan tanda kurung atau pangkat negative (missal : W/(m2.K4) atau W.m-2.K-4).

11. Nama simbol tidak boleh dicampur dengan simbol operasi matematis (contoh : “meter per second” tidak boleh ditulias “meter/second” atau meter.second-1).

12. Ketika dua atau lebih nama satuan muncul maka penulisannya disarankan dipsahkan dengan spasi atau tanda  strip,-, (contoh : newton meter atau newton-meter, tidak boleh ditulis newton.meter).

13. Penulisan derajat, o, dan derajat untuk sudut bidang tidak boleh dipisahkan oleh spasi (misal : oC dan 50o).

14. Simbol satuan untuk liter adalah L bukan l, hal ini dimaksudkan agar tidak membingungkan dengan angka 1.

15. Ada tiga satuan diluar SI yang saat ini diterima digunakan bersama satuan SI yaitu energy (eV), massa atom (u)   dan satuan astronimi (ua).

Penutup

Bisa jadi masih banyak para pendidik fisika yang belum mengetahui dan memahami dengan baik masalah standar penggunaan dan penulisan satuan, mereka beranggapan ini sebagai sesuatu yang kurang penting atau dianggap mudah sehingga sering diabaikan, padahal hal ini merupakan dasar dari pemahan kita terhadap fisika. Dengan demikian hendaknya setiap pendidik fisika memahami standard penggunaan dan penulisan satuan SI sehingga dapat mengajarkannya kepada peserta didik dengan benar.

About these ads

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: